Sekda Sunggono Sebut TMMD Upaya Percepatan Pembangunan Pertanian Berbasis Kawasan
Sekda Sunggono saat di Desa Panca Jaya Muara Kaman.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Kecamatan Muara Kaman ditetapkan sebagai pembangunan pertanian berbasis kawasan, selain itu menjadi tempat pelaksanaan TMMD ke 114 pada 2022 ini, tepatnya di Desa Panca Jaya.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar H
Sunggono mengatakan, program TMMD ini juga sesuai dengan program pemerintah
daerah, yakni pembangunan pertanian berbasis kawasan, artinya mendukung sektor
pertanian.
"Kami mengapresiasi atas pelaksanaan
TMMD, sebagaimana sudah dipahami, bahwa TMMD ini memang linier dengan program
pembangunan daerah," kata Sunggono kepada media, di Desa Panca Jaya, Kamis
(11/8/2022).
Hal ini sebagai upaya menjadikan Kukar
lumbung pangan Kaltim, dan visi-misi Bupati Kukar yang tertuang kedalam RPJMD
2021-2026, yang menyatakan Kukar mentransformasi ekonomi, artinya merubah
kebijakan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak terbarukan menjadi
terbarukan.
"Dan itu wujudnya bagaimana mengupayakan
potensi yang ada, untuk bisa memandirikan daerahnya," sebutnya.
Menurutnya, TMMD ini merupakan salah satu
upaya percepatan, untuk mencapai hal itu. Bahkan pemerintah daerah juga
mendukung kegiatan bakti TNI pada 2022 ini, setelah pelaksanaan TMMD.
"Semoga konsep pembangunan pertanian
berbasis kawasan yang sudah dicanangkan oleh Bupati, yaitu Kecamatan Muara
Kaman, Sebulu, Tenggarong Seberang, Tenggarong, dan Loa Kulu. Lima
kawasan ini kita canangkan dan rencanakan tercapai tahun depan," ungkapnya
Ia menyebutkan, kalau tahun ini dua Kecamatan
yang sudah bisa diinterkoneksikan termasuk kebutuhan jalan usaha tani, irigasi,
kebutuhan saprodi, juga jalan-jalan interkoneksi antar desa.
"Dan kita berharap, TNI tetap bisa
bersama-sama Pemkab, untuk mewujudkan Kukar sebagai daerah lumbung pangan
Kaltim," tuturnya.
Dirinya berujar, Pemkab Kukar tidak sia sia
menggelontorkan dana, untuk menyupport kegiatan TMMD ini, pemerintah daerah
sudah melihat bahwa multiplayer efek yang ditimbulkan sangat luar biasa.
"Dengan pembangunan jalan ini akan
terbuka sawah-sawah baru kemudian ladang-ladang baru dan masyarakat yang selama
ini tidak mungkin diwujudkan karena akses jalan yang menuju ke kebun petani
tidak mendukung," tutupnya.(*riz/adv)